Thursday, December 19, 2013

Beli LM

Setelah beberapa lama, akhirnya kembali beli LM, karena waktu yg tepat beli LM adalah ketika punya dananya :D,
Kali ini beli LM nya di lain tempat (setelah selalu nyicil di BSM), satu di pegadaian, satunya di cikini.
Beli LM di pegadaian:
wakti itu november tanggal 29 tahun 2013, setelah cek harga di web pegadaian, langsung ke pegadaian di mall ambasador, tapi karena penuh jadi pindah ke pegadaian itc ambasador, disana beli LM 10gr yang cetakan pegadaian (liat gambar) bukan yg cetakan antam, ada sertipikatnya jg, tapi rada kaget karena harganya beda 148.800 sama yg di webnya pegadaian karena ada margin 3% (ada di kwitansinya) (baru tau) jadi totalnya 5.108.800, dan waktu dikasi duit 5.110.000, tidak ada kembaliannya, karena ga ada uang receh ktnya (dasar oknum).

jas hujan anak
ini emas keluaran pegadaian

Beli LM di Cikini:
Nah ini emang udah lama mau beli LM dimari, di Toko Jaya Abadi, itu toko udah jadi semacam legenda, karena BSM jg ngambilnya disitu (itu kata org BSMnya sendiri lhoo), di internet jg klo nyari toko emas ini, tanggapannya positif, enciknya baek dan ramah.
Sampe Cikini, rada" bingung jg nyarinya karena info yg beredar itu toko ada di pasar Cikini, nah pasar Cikini itu jg siah gak tau dimana, nanya" ke tukang parkir, akhirnya nemu jg, jadi toko emas itu adanya di "Gedung Permata Cikini", bukan di Pasar Kembang Cikini atawa di Gold Center Cikini, nah gedung itu ada di antara keduanya.
 
jas hujan anak
toko emas jaya abadi ada di dalam sini



masuk gedung itu, perempatan pertama belok kanan, mentok langsung ketemu, ternyata bener enciknya (Cik Yuli) sama ibunya emang ramah dan harga lebih murah (cek aja toko sebelah ato di internet), mereka ngejelasin kalo emas keluaran lama lebih murah (dg gramasi yg sama), gini ilustrasinya:
LM 25gr terbitan tahun 2013 harganya Rp. 12.200.000
LM 25gr terbitan tahun 2011 harganya Rp. 12.125.000
LM 25gr terbitan tahun 2010 harganya Rp. 12.025.000,
eh tapi itu harga tanggal 19 desember 2013 ya, karena kesananya ya tanggal segitu
dan kata mereka harga jualnya gak jauh kok, paling klo beda tahun beda beberapa ribu doang. Nah jadi klo bole saran, pilih aja yg tanggalnya paling tua, beda harga itu karena waktu dulu harga cetaknya lebih murah dari yang sekarang, jadi total harganya lebih murah. Di toko emas Jaya Abadi juga bisa pake debit, jadi gak usah bawa-bawa cash (kecuali mati lampu), tapi jangan sekali" beli LM pake kartu kredit, karena beli LM itu menurut bank tidak dihiting konsumtif, tapi investasi (bank aja tau ya), dan kalo ketauan, alat geseknya (EDC) bisa dicabut sama bank. Disana juga bisa dg cara, telpon, trus transfer dan ambilnya kapan" sesempatnya kesana.
Satu lagi tips dari mereka, selalu cocokin no.seri di LM sama sertifikatnya.
Insya Allah klo ada dana, beli LM lagi disana.
Mari.... :) 

 

Monday, July 29, 2013

No dream is too big and no dreamer is too small


Seekor siput yang hidup di lingkungan siput 'tradisional' mempunyai mimpi untuk menjadi pembalap tercepat di balapan mobil. Mengalami 'kecelakaan' yg membuatnya terkena radiasi NOS, siput itupun dapat berlari dengan kencang, ikut balapan dan akhirnya menang.

Film itu mengingatkan pada beberapa wejangan dari para motivator maupun senior-senior bisnis, bahwa dalam meraih mimpi, orang-orang terjauhlah yg terkadang memberi kita dukungan dan motivasi, dan orang-orang terdekat yg 'membunuh' mimpi-mimpi kita dengan kedekatan emosionalnya, namun disaat kita menyerah, orang” terdekatlah yang memberikan kita 'suntikan' semangat untuk terus maju menyelesaikan mimpi kita.

“No dream is too big, and no dreamer is too small”, ya tidak ada impian yang terlalu besar, dan tidak ada pemimpi yg terlalu kecil. Kutipan ini yg selalu di garisbawahi di film ini dan 'pembunuh' kutipan ini yang paling mengena dan digunakan adalah bahwa alam sudah menakdirkan siput itu ya lambat dan keajaiban terjadi pada yang benar” menginginkan terjadinya impian itu.

Di sisi lain, pencetus kutipan motivasi itu terkadang dalah pembunuh motivasi kita juga, di film tersebut, pembalap idola si siput itulah yg akhirnya menjadi kompetitornya yang juga tidak terlalu 'sportif', namun kembali dukungan dari teman-teman baru si siput dan akhirnya kakak siputnya yang membuat si siput kembali melanjutkan perjuangannya memenangkan balapan, setelah dia menyerah, betul-betul menyerah.

Kalaupun mau disambungkan dengan kutipan dari film 'Pacific Rim' yang saya tonton 2 minggu sebelumnya (udah rada-rada lupa ni) “sejarah mencatat orang-orang yang berani mengambil resiko,
orang pemberani yg mengambil resikoakan dihadapkan pada pilihan akhir, masuk sejarah atau mati”

Jadi (sebenarnya ini motivasi untuk diri sendiri) “mari (jangan takut) bermimpi yang besar, jangan menyerah dengan takdir (karena kita tidak tahu itu takdir kita atau bukan) do our best to achieve our dream, ambil resiko (yg terukur), cari dan beradalah di lingkungan yang mendukung, berdoa dan serahkan hasil akhirnya pada Allah”

Mari... :)

Monday, October 22, 2012

Peringatan bernama Kematian....

Kita (saya khusunya) kembali diingatkan bahwa kematian itu dekat.
Di akhir pekan kemarin saya diingatkan dengan meninggalnya istri dari teman komunitas saya,
yang juga ketua komunitas wilayah yang saya perkirakan usianya masih dibawah 38th.
Yang membuat saya tambah miris adalah kedua anaknya yg masih kecil, satu kelas 1 sd dan satu masih 1 tahun.
Bagaimana nantinya teman saya akan membesarkan mereka berdua.
Namun saya percaya bahwa teman saya 'tahan banting', perjalanannya menjadi pengusaha pun tidak semulus kelihatannya,
banyak rintangan yang dia telah hadapi sampai seperti sekarang ini.
Dan di hari Ahad kemarin mertua dari pelatih saya juga meninggal dunia, kabar ini juga menjadi silaturahmi saya dengan pelatih saya tersebut setelah sekian lama tidak berkomunikasi.
Merunut ke belakang, ketua RT saya (sudah berumur) juga telah meninggalkan dunia ini setelah hampir setahun menderita sakit.
Hampir berdekatan dengan itu, pakde istri saya juga meninggal dunia, dan keluarga kami cukup dekat dengan keluarga almarhum.
Banyak peristiwa meninggalnya seseorang sering membuat kita berkata 'kasihan' terutama jika yang bersangkutan meninggalkan anak-anak yg masih kecil, meninggal mendadak, masih muda, dan lain-lain.
Padahal itu semua adalah 'peringatan; untuk kita dan saya pribadi.
Kematian adalah kepastian yang tidak pasti, kematian pasti datang, tapi kepastian kapan datangnya yang menjadi misteri bagi kita.
Dan Insya Allah berita kematian akan membuat kita berpikir untuk bermaksiat (walaupun hanya sementara waktu).

Berkolerasi dengan itu saya salut dengan orang-orang yang berani berhutang, terutama hutang konsumtif.
Orang-orang tersebut berani berasumsi bahwa mereka masih bisa membayar untuk setahun bahkan beberapa tahun kedepan, padahal mereka tidak tahu kapan kematian akan menjemput mereka dan mereka akan mewariskan hutang konsumtif ke keturunan mereka.
Sudah siapkah kita jika kematian datang kepada kita?
Apa yg sudah kita tinggalkan untuk keluarga kita, anak istri kita, lingkungan kita?
Sudahkah kita menyayangi anak istri kita, keluarga kita, orang tua kita seolah-olah besok kematian datang menjemput kita?
Jangan sampai kita menyesal jika nanti kematian datang menjemput kita,
menyesal tidak sering bercengkrama dengan anak istri kita,
menyesal belum mendidik anak istri kita beragama yang baik sehingga lalai mendoakan kita,
menyesal dengan hal-hal baik yang kita ingin kerjakan
menyesal bahwa banyak orang-orang yang kita 'sakiti' dan kita belum meminta maaf, terutama keluarga kita
dan banyak penyesalan-penyesalan lain


Terlepas dari itu semua, tulisan ini terutama adalah peringatan untuk pribadi saya.
Maaf jika ada kata-kata yang meyinggung

wassalam,
mari menyiapkan bekal untuk akhirat kita :)

Friday, August 3, 2012

Pengalaman sakit pencernaan dan obatnya

sudah 4 hari ini lambungku sakit, seperti ditusuk-tusuk, serasa kembung dan kalau ditepuk bunyi 'dung-dung',
'masuk angin tu' kata teman-temanku, oh iya mungkin itu penyakitnya,
dan setiap kali aku berikan balsem didaerah itu, terasa sakitnya berkurang, tapi tidak hilang,
sampai suatu waktu aku ingat ustad Danu (yg di mnc tv itu) pernah bilang kalau penyakit pencernaan itu disebabkan ada pikiran yg kita tahan, kita simpan sendiri.
Aku pernah ikut IG Motivasi di Puncak dan ingat juga salah satu narasumbernya Ibu Nungki pernah berkata begitu juga,
bahwa ada uneg-uneg yg tidak kita keluarkan akan menjadi penyakit pencernaan
Dan aku ingat, ada beberapa uneg-uneg yg belum aku bicarakan dengan istriku,
padahal pikiran itu sudah ada sejak hari Ahad kemarin, sebelum lambungku sakit dan rencananya aku akan membicarakan dengan istriku
seninnya.
Jadi malam tadi setelah tawarih aku langsung mengajak istriku ngobrol, menumpahkan uneg-unegku,
yang diantaranya adalah permintaan bapakku untuk lebaran nanti.
Dan setelah itu seperti malam-malam sebelumnya aku memberikan balsem didaerah lambung.
Paginya, setelah sahur, perutku sakit dan aku langsung menuju toilet,
dan alhamdulillah setelah dari toilet, rasa sakit di lambung hilang, tidak kembung dan aku tepuk-tepuk sudah tidak bunyi 'dung-dung' lagi

Berarti benar apa kata ustd. Danu dan Bu Nungki,
dan sebenarnya semua penyakit bisa disembuhkan dan berasal dari diri kita,
seperti kalau kita stress, biasanya banyak penyakit yg akan mampir ke tubuh kita seperti sariawan, ketombe, dll

dari pengalamanku juga, aku banyak menyaksikan banyak orang yg meninggal (di rumah sakit) disebabkan mereka sudah tidak mempunyai semangat,
kata-kata 'capek', 'sudah tidak kuat' biasanya terlontar beberapa hari sebelum mereka menhembuskan nafas terakhir mereka.

Jadi, ayo semangat, keep cheers and fun !!!

Wednesday, February 15, 2012

life goes on

Jakarta, 10 peb 2012,
hmmmm,
hari ini sudah mulai untuk memulai menawarkan ASAMotor,
saat pertama mengetik email untuk F16 franchisor kami, kok ada perasaan sedih ya,
tiba-tiba terbayang bagaimana dulu kami memulainya, saat-saat presentasi dari F16, saat kami mencari tempat,
saat kami mencari hutangan untuk modal dengan cara membobol tabungan sampai menjual mobil,
saat-saat kami konflik dengan pemilik tempat sampai kami pindahkan bengkel ke tempat baru di tebet dari yang tadinya di rawamangun,
saat-saat kami berusaha mengirit pengeluaran karena kas kami yang hampir minus
saat-saat kami mengatasi masalah-masalah bersama, masalah sdm, masalah listrik yang kurang, tempat yang bocor dan lain-lain,
saat-saat kami saling menguatkan ketika mental salah satu kami sedang drop
saat-saat kami saling bahu membahu agar bengkel terus beroperasi
saat kami kecewa dengan salah satu dari kami
saat kami tidak tahu lagi apakah rintangan dan hambatan ini merupakan ujian yang harus kita lewati ataukah pertanda dari-Nya untuk berhenti
dan yang terakhir saat kami memutuskan untuk akhirnya 'melepas' bengkel kami ASAMotor,
bengkel tempat kami menempa mental kami,
bengkel tempat kami belajar (lagi) berbisnis, kali ini dengan modal yang menurut kami sangat besar,
bengkel yang kami harapkan menjadi pegangan kami untuk berpindah kuadran dan mendapat jabatan baru sebagai pengusaha.

well, life goes on,
seperti mengendari kendaraan, kita boleh melirik spion namun jangan menatapnya terlalu lama, karena kita berjalan ke depan,
dan ke depanlah kita mesti menatap...

Friday, February 10, 2012

End of ASAMotor?

Alhamdulillah,
mungkin itu yg aku dapat ucapkan,
Alhamdulillah karena ternyata partnerku menyetujui rencana penjualan bengkel motor kami.
Alhamdulillah karena pemikiran penjualan itu telah lama bergelayut di otakku,
sebenarnya pemikiran penjualan itu sudah bulat di pikiranku, namun yang masih mengganjal adalah bagaimana cara mengatakannya ke partnerku yang notebene adalah sahabatku sendiri.
Ganjalannya adalah karena persaudaraan harus diutamakan daripada bisnis, inisiatif mendirikan bengkel ini adalah juga usulku, ideku, walaupun dari sejak awal banyak hambatan (sampai sekarang aku masih ragu, apakah itu ujian atau pertanda dari-Nya),
ku meyakinkan partnerku ini untuk bertahan, at least sampai sekarang.
Alasanku untuk menjual bengkel antara lain adalah sewa tempatnya yang menurutku mahal, dan pertengahan tahun ini aku harus memperpanjang sewa tempat, belum lagi support dari franchisor yang menurutku tidak memuaskan ditambah aku masih bekerja dengan orang lain (ampibhi kalau bahasa TDA nya) sehingga masih ada gap antara owner dengan admin bengkel dan mekanik dan yang paling utama adalah pemasukan tidak sesuai dengan ekspektasi (bahkan franchisor tidak berani memberikan ekspektasi pendapatan) sehingga pemasukan hanya cukup untuk operasional bahkan tidak cukup untuk membayar cicilan hutang kami (fyi kami masih berhutang untuk sewa tempat periode sekarang dan pembayaran ke franchisor)
Alhamdulillah juga reaksi partnerku ternyata sangat melegakan, bukan hanya mempersilahkan namun juga tidak ada rasa menyalahkan, walaupun aku sempat menangkap sebersit kekecewaan di raut mukanya, yah, reaksi yg wajar menurutku.
Sengaja aku tidak menyebutkan beberapa 'kesalahannya' yang aku anggap beberapa bulan belakangan sudah tidak peduli kepada bengkel kami, tidak pernah menengok bahkan menanyakan kabar bengkel.
Namun ternyata anggapanku ada salahnya, dia masih memperhatikan bengkel dengan caranya sendiri dan ada alasan keluarga di balik 'kecuekannya' terhadap bengkel.
Di akhir pertemuan kami, kami masih berjanji untuk mengedepankan silaturahmi dan saling mensupport.
Kami juga sependapat untuk bisnis berikut motto kami "start small think big"...
Dan sekarang tugas kami untuk menawarkan bengkel kami untuk di take over.

Alhamdulillah ...

Wednesday, October 12, 2011

Terusan cerita ...

okeh, ceritanya saya lanjutin (setelah sebulan lebih) ya
Waktu saya putuskan untuk bersentuhan kembali komunitas bisnis, saya memulainya dengan mengikuti workshop Quantum Resign yang otomatis bergabung dengan komunitas IBF asuhan Pillar (@Pillar_Business).
Saya juga berniat untuk 'bersentuhan' kembali dengan TDA, saya lihat2 postingan di mlis TDA (untung masih terdaftar :p) dan pucuk dicinta ulam teko (datang),
Ada sebuah postingan dari Yunus Bani (@yunusbelajar) yg mengajak anggota milis TDA yg berdomisili di sekitaran tangerang selatan untuk kopdar.
Singkat cerita kopdar pun terlaksana dengan berlokasi di McDonald sektor sembilan, yg akhirnya geser ke 9 walks karena penuh, hehe.
Disitu dibentuk TDA Bintaro Tangerang Selatan (Bintang Selatan) yg menurut Pak Yunus dihidupkan kembali, karena katanya dulu sudah pernah ada dan bubar jalan.
Btw, TDA Bintang Selatan sekarang sudah tiada, dimerger dengan TDA Tangerang Raya (@tdatangerang)

Disingkat ceritakan lagi, saya pun mulai berkecimpung di kedua komunitas tersebut dan salah satu wejangan yg saya dapat dari master blog, Pak Rawi W (@rawiPrakom) adalah kita harus meningkatkan / membentuk personal brand kita, salah satunya dengan blog. Ippho Santosa (@ipphoright) juga bilang, kalu kita menghargai diri sendiri dan yakin kita akan menjadi org terpandang di masa depan, maka kita harus mempunyai domain dengan nama kita sendiri.

MakDarIt (maka dari itu :p) saya membeli domain atas nama saya sendiri, dan membuat blog. Dan ternyata saya sudah punya blog, hehehe.



selamat menikmati blog saya (kayak kondangan aja :p)

Regards,
Andi Purnomo